Diklaim Atasi Krisis Air dan Pangan

Lebih Enak dari Daging Sapi, Chef Tiziana Tawarkan Burger Cacing

Ragam

Kamis, 7 November 2019 | 14:12 WIB

191107142232-dikla.jpg

dailymail


Apa yang dilakukan jika melihat serangga pada sajian yang hendak disantap? Tentunya kaget atau bahkan protes keras. Tapi tidak dengan pengunjung resto di Ealing, London. Ini karena tempat makan berkonsep ekologis ini memang menyajikan serangga utamanya cacing dalam menu andalannya, termasuk burger.

Dikutip dari DailyMail, Kamis (7/11/2019)chef Tiziana Di Costanzo yang juga pendiri Horizon Edible Insects mempromosikan menu dengan sumber protein yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Alternatif sajian hasil kreasinya ternyata memasukkan serangga dan cacing sebagai bahan sajian kaya protein, omega 3 dan vitamin B12 sekaligus rendah kalori.

OMG.

Tiziana juga menyebut bahan-bahan protein hewani di restonya dijamin ramah lingkungan dan sehat karena semua hasil ternak sendiri. Sejauh ini ia sudah menghasilkan cacing dan jangkrik sendiri.Menurutnya rasa dari dua sumber utama sajiannya itu lebih lezat dari daging sapi. Serangga misalnya memiliki rasa pedas yang membumi.

Tak itu saja, gaya hidup sehatnya membuat keluarga chef yang hobi bereksperimen ini lebih suka mengonsumsi kulit dedak dan sayuran. Semua biasa disajikan untuk  keluarganya. Meski demikian ia tak menampik semua perlu proses. Apalagi menyaksikan hewan seperti cacing memenuhi piring.

Yas or yuck?

“Saranku, biarkan mereka bergerak-gerak di piring. Pastinya menjijikkan tapi setelah melewati fase  jijik ini, kujamin kalian pasti akan merasakan enaknya protein alternatif ini,” katanya. Tiziana kini berniat meningkatkan produksinya hingga  100 kg per minggu dalam 6 bulan ke depan. Fakta bahwa semua proses produksi ini bebas limbah membuatnya bangga.

Serangga diternakkan Tiziana dalam nampan plastik dan setelah ukurannya cukup besar dipindahkan ke laci kayu yang dibuat khusus dan semuanya bebas limbah. Cacing tambang misalnya, tidak memerlukan air untuk bertahan hidup sehingga ternak cacing jenis ini membantu mengatasi krisis air. Lahan ternak pun bisa dimanfaatkan menanam buah-buahan dan sayuran yang disumbangkan sebagai pakan.

Diternak sendiri.

Setiap bulan Tiziana pun menggelar acara memasak di mana para pelayan mencoba dan belajar cara memasak roti jagung bruschetta berisi jangkrik. Ada juga pelatihan membuat kari dan camilan tepung kuah, burger tepung, cupcake cacing renyah coklat, kembang gula dan biskuit.

I see..

FYI: Apakah Serangga termasuk Sumber Protein?

Serangga mengandung protein dari dua kali lebih banyak per 100 gram dibanding daging dan ikan. Demikian data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Western Exterminator menyebut serangga yang paling kaya protein yaitu tawon, lebah, dan semut yang mengandung 13 – 77 gram protein per 100 gram.

Bahkan kutu daun dan skater kolam mengandung 48 -74 gram protein, sedangkan jangkrik 23 – 65 gram. Sementara mackerel memiliki kisaran kandungan protein yang jauh lebih rendah per 100 gram, hanya 16 – 28 gram dan daging sapi lebih sedikit lagi yaitu 19 – 26 gram.

Better than fish?

Selain itu ayam mengandung 23 – 100 gram protein dan  daging babi 20 gram. Kandungan protein telur ternyata  paling sedikit 13 gram. Rayap yang mengandung kisaran kandungan protein terendah dari serangga apa pun, masih memiliki lebih banyak protein dibanding daging, ikan, atau telur lainnya.

Kisaran protein tergantung pada spesies dan di tahap apa  serangga tadi dikonsumsi, misalnya kepompong atau larva. Tidak hanya memiliki manfaat nutrisi, banyak ilmuwan meramalkan  serangga dapat menjadi jawaban bagi krisis pangan dunia.

Forget eggs..

Para ahli memprediksi dalam 40 tahun mendatang dengan tingkat   populasi 30 persen atau total 9 miliar manusia, krisis pangan bukan tak mungkin bakal dirasakan banyak wilayah. Untuk mengimbangi populasi ini diperlukan peningkatan 70 persen  jumlah makanan.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA